February 26, 2024
Profesi Berbahaya, Ekstrem dan Menantang Maut

Profesi Berbahaya, Ekstrem dan Menantang Maut

Ada banyak profesi yang sebenarnya bisa Anda jalani di dunia ini. Namun, mencari profesi yang sesuai minat dan keahlian Anda terkadang menjadi hal yang tidak mudah. Ditambah lagi dengan kebiasaan membandingkan profesi yang sedang dijalani dengan profesi orang lain

 

Oleh Imam Moh Ardi
Editor Munichatus Sa’adah SPsi

 

Pernahkan Anda merasa bosan dengan profesi yang kini sedang Anda jalani? Mungkin Anda pernah berpikir bahwa profesi yang sedang dijalani saat ini jauh dari kenyamanan. Setelah itu muncul rasa gelisah akan keinginan mencari profesi yang baru yang lebih menantang.

Ada banyak profesi yang sebenarnya bisa Anda jalani di dunia ini. Namun, mencari profesi yang sesuai minat dan keahlian Anda terkadang menjadi hal yang tidak mudah. Ditambah lagi dengan kebiasaan membandingkan profesi yang sedang dijalani dengan profesi orang lain.

Namun, tidak ada salahnya mengingat sebuah pepatah, rumput tetangga lebih hijau dari rumput milik sendiri. Karena ternyata, di luar sana ada banyak orang yang memiliki profesi yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

Orang-orang ini berprofesi di bidang di mana kematian menjadi salah satu risiko yang akan mereka jumpai. Apa sajakah profesi tersebut?

Berikut 10 macam-macam profesi berbahaya yang telah merdeka.com kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Landmine Removers (Pembersih Ranjau Darat)

Dari namanya saja, profesi ini sudah terdengar berbahaya. Pasalnya profesi ini berurusan dengan ranjau yang tertanam di darat dan risiko dari profesi ini sudah bisa dibayangkan.

Menurut Australian Broadcasting Corporation, ada antara 50 dan 60 negara yang masih memiliki ranjau yang terkubur di tanah, yang berpotensi membunuh siapa saja yang melewatinya.

Profesi ini memiliki risiko yang tidak tanggung-tanggung. Pada 2016 lalu, pembersih ranjau veteran yang memiliki 30 tahun pengalaman harus terbunuh saat sedang mencoba untuk membersihkan ranjau di Irak.

Dengan risiko yang sangat tinggi, seorang Landmine Removers memiliki gaji yang cukup tinggi yaitu sekitar Rp 4 juta per hari.

2. Penambang Belerang

Seorang Vulcanists yang mempelajari gunung berapi biasanya memiliki banyak peralatan keselamatan yang menunjang. Tetapi, penambang belerang gunung berapi biasanya tidak memiliki peralatan keselamatan apapun, kecuali kain yang menutupi mulut dan hidung mereka karena gas atau asap. Profesi berbahaya ini ada di Indonesia.

Penambang belerang terdapat di Kawah Ijen, Jawa Timur. Profesi ini adalah salah satu profesi yang paling berbahaya di dunia. Para penambang belerang ini setiap harinya harus turun ke kawah mengambil belerang tanpa peralatan dan perlengkapan keselamatan apapun.

Hanya berbekal keranjang yang dipanggul dan penutup mulut saja, para penambang harus melawan tebalnya asap yang dihasilkan dari belerang di kawah tersebut. Asap tersebut jika dihirup terlalu lama dapat menjadi beracun dan mengancam nyawa para penambang. Dalam sekali mengangkut, biasanya penambang menghasilkan sejumlah 70 ribu hingga seratus ribu rupiah.

3. Sherpa di Gunung Everest

Mendaki gunung adalah sebuah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan. Pada kondisi tertentu, mendaki gunung bisa sangat berbahaya. Salah satu gunung di dunia yang menjadi tujuan pendakian favorit bagi para pendaki gunung adalah Gunung Everest. Gunung Everest ini juga merupakan gunung tertinggi di dunia yang terletak di Nepal.

Gunung Everest adalah gunung yang sangat sulit dan sangat berbahaya untuk didaki. Meski begitu, para pendaki selalu hadir di Everest setiap tahun dan bersedia membayar sejumlah uang untuk mencari orang yang bisa membantu mereka mencapai puncak. Orang-orang yang menerima uang mereka dan membantu pendakian mereka disebut Sherpa.

Sejak Gunung Everest menjadi terkenal oleh para pendaki, Sherpa sendiri telah bergeser menjadi sebuah profesi yang menjanjikan di sana. Hal ini membuat Sherpa kini identik sebagai “pemandu gunung” yang ada di sekitar Gunung Everest.

Tugas seorang Sherpa biasanya adalah mendirikan kemah, membawa barang, serta bertanggung jawab atas keselamatan kelompok pendaki. Saking vitalnya tugas Sherpa, mereka sudah dianggap teman terbaik para pendaki Gunung Everest.

Tugas sulit yang diemban Sherpa membuat mereka rata-rata mendapatkan penghasilan sekitar 700 dolar Amerika atau Rp 9 jutaan. Bahkan, Sherpa juga bisa mendapatkan gaji sekitar 3000 – 5000 dolar Amerika, atau sekitar Rp 42 juta hingga Rp 70 juta dalam setiap musim pendakian.

4. Wartawan Perang

Menjadi wartawan perang adalah sebuah profesi yang sangat berbahaya. Wartawan yang meliput di medan perang sama saja mempertaruhkan nyawa karena bahaya bisa mengancam mereka kapan saja.

Bertugas di wilayah konflik atau yang sedang dilanda perang bukanlah perkara mudah. Para wartawan perang dihadapkan dengan berbagai macam bahaya yang mungkin terjadi, seperti penculikan, penyiksaan jika tertangkap, dan tentu saja kematian.

Meskipun sudah ada konvensi internasional bahwa dalam perang wartawan tidak boleh menjadi sasaran, namun tetap saja selalu ada wartawan yang menjadi korban. Hal ini tentu tidak sepadan dengan gaji wartawan perang yang hanya US$36 ribu (setara Rp486 juta) per tahun.

5. Tukang Las Bawah Laut

Tukang las bisa dibilang sudah merupakan profesi yang berbahaya karena risiko menghadapi alat panas, percikan api, dan bisa terkena asap beracun dari pekerjaan yang dilakukannya. Apalagi jika profesi tersebut dilakukan di bawah laut.

Tukang las bawah laut tentu menjalani profesi ini dengan risiko yang lebih besar. Tukang las yang bekerja di dalam air biasanya bekerja untuk memperbaiki kapal, bendungan, pipa bawah laut, dan lain-lain.

Tukang las diharuskan untuk menyelam di dalam air dalam waktu berjam-jam dengan tabung selam. Mereka tidak diberikan alat komunikasi dan berisiko terjebak dalam area dengan tekanan yang cukup tinggi.

Namun, tukang las bawah laut juga diberi bayaran yang tinggi dengan hitungan per jam yang tentu saja hal ini sebanding dengan resiko yang didapat. Bayaran tukang las bawah laut ini adalah 200 dolar per jam atau sekitar 2,7 juta per jam nya.

6. Pengebor Minyak Lepas Pantai

Menjalani profesi sebagai pengebor minyak bukanlah hal yang mudah. Profesi ini merupakan profesi yang juga memiliki banyak risiko yang berat. Mulai dari harus bekerja di tengah laut yang jauh dari akses manapun, bekerja dengan durasi kerja yang lama, jauh dari keluarga, hingga risiko jika terjadi kecelakaan kerja yang mengancam nyawa.

Terkadang pekerja pengeboran minyak lepas pantai harus bekerja selama 16 jam secara terus-menerus. Mereka bahkan bisa tidak tidur selama satu atau dua hari. Selain itu, ada banyak risiko yang mengancam keselamatan seperti kebakaran, ledakan, tenggelam, dan kecelakaan karena alat pengeboran adalah beberapa di antara risiko yang harus dihadapi.

Namun, risiko itu sepadan dengan penghasilan mereka yang berada di kisaran US$70 ribu hingga US$140 ribu per tahun (setara Rp945 juta hingga Rp1,8 miliar).

7. Karyawan Produsen Microchip

Di dunia modern ini, teknologi semakin maju, di mana hampir semua orang bergantung pada laptop dan ponsel dalam aktivitas sehari-harinya. Tetapi tahukah Anda, bahwa dalam proses pembuatan komponen utamanya, yaitu microchip, membutuhkan biaya dan pengorbanan yang tinggi.

Sejumlah besar bahan kimia berbahaya seperti arsenik digunakan dalam produksi microchip. Meskipun tidak secara langsung menimbulkan dampak yang fatal, namun terpapar arsenik dalam waktu yang lama bisa mengakibatkan cacat lahir, keguguran, penyakit terkait pernapasan, dan kanker.

Padahal, karyawan produsen microchip hanya dibayar US$61 ribu (setara Rp823 juta).

8. Pembersih Jendela Gedung Pencakar Langit

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana caranya membersihkan kaca gedung-gedung pencakar langit? Ternyata, ada sebuah profesi yang bertugas untuk membersihkan jendela gedung-gedung tinggi. Profesi ini tentu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang tidak takut ketinggian dan berani lah yang bisa melakukan pekerjaan ini.

Meskipun terdengar sepele, tetapi menjadi pembersih jendela gedung pencakar langit bukan perkara yang mudah. Orang dengan profesi ini sama saja bertaruh nyawa karena harus berada di ketinggian. Meskipun para pembersih jendela ini memakai peralatan keselamatan, tetapi kesalahan kecil dapat membuat akibat yang fatal, tidak terkecuali dapat menyebabkan para pembersih jendela kehilangan nyawa mereka.

Profesi ini juga sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat angin kencang, para pekerja biasanya tidak dapat melakukan tugasnya karena berbahaya. Kesalahan membaca kondisi angin dan kekeliruan alat bisa menjadi hal fatal bagi pekerjanya.

9. Tower Climber (Pemanjat Menara)

Selain pembersih jendela gedung pencakar langit, profesi berbahaya lain yang bekerja di atas ketinggian adalah pendaki menara. Mendaki menara tentu bukan hal mudah. Pendaki biasanya harus memanjat menara setinggi 1500 kaki atau setara 457 meter di sebuah tempat antah berantah, dengan berbekal beberapa perlengkapan dan tali untuk pengaman.

Teknisi yang bertugas untuk mengganti bohlam lampu di atas menara penyiaran biasa dibayar $ 20 ribu sekali tugas tiap enam bulan. Bayaran tinggi ini dikarenakan risiko yang besar bagi pekerja serta kemampuan dan keahlian khusus yang harus dimiliki untuk pekerjaan ekstrem ini.

10. Pekerja Nuklir di Jepang

Di Jepang, ada sebuah profesi dengan tingkat risiko sangat tinggi, yaitu menjadi pekerja nuklir. Profesi ini sangat berbahaya karena mengharuskan pekerjanya untuk tinggal dan selalu siaga memperbaiki reaktor nuklir.

Bekerja di sebuah reaktor nuklir memiliki tingkat bahaya yang sangat besar. Terpapar radiasi akibat reaksi nuklir secara terus-menerus bisa menyebabkan cacat seumur hidup bahkan bisa menyebabkan kematian.

Meski begitu, bayaran yang diberikan untuk profesi ini juga tidak tanggung-tanggung. Perusahaan PLTN di Jepang menawarkan gaji hingga 100 ribu yen Jepang atau sekitar 10 juta rupiah per harinya.