February 26, 2024
Kisah Isak tangis Mengiringi Pelantikan Sekdes

Kisah Isak tangis Mengiringi Pelantikan Sekdes

Candisari berusia 1000 tahun lebih, dimana beberapa waktu yang lalu oleh Bupati Yuhronur, dinobatkan desa yang punya nilai sejarah tertua di bumi Lamongan.

 

Reporter Arto
Editor Munichatus Sa’adah SPsi

 

Lamongan –  Kepala desa Candisari H. Hartono resmi melantik  Dian Dwi Cahyaningsari sebagai Sekretaris Desa.

Sebelum diantik sekretaris desa Dian Dwi Cahyaningsari menjabat sebagai kaur perencanaan, kini posisi tersebut kosong.

Sementara jabatan sekretaris desa sebelumnya dijabat oleh moh. humam mawardi undari yang saat ini ditarik ke kantor kecamatan Sambeng.

Dalam amanatnya  Kades Candisari H. Hartono mengucapkan selamat dan sukses kepada Sekretaris Desa yang baru dilantik.

Sehingga terhitung sejak saat ini, ada kekosongan jabatan kaur perencanaan, setelah Dian Dwi Cahyaningsari menjabat Sekretaris desa.

H. Hartono mengingatkan kepada perangkat desa, agar segera dibentuk kepanitian P3D supaya jabatan kaur perencanaan segera terisi.

Disinilah detik detik Kades Candisari  menghentikan sambutannya bersamaan adzan.

Usai adzan berlalu,  dengan suara mendesak di-iringi isak tangis sembari berkata, ingat mbak Dian sumpah yang diucapkan sangat berat.

Disamping disaksikan oleh yang hadir terlebih dipertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hentakan nafas dan isak tanggis pun kembali terdengar oleh para undangan, spontan undangan berkata nangis lagi.

Kemudian H.Hartono meneruskan, semoga jabatan ini amanah, dan mampu mengemban tugas dengan baik serta barokah

Lakukan pekerjaan ini dengan tulus ikhlas,  sembari menatap sekretaris desa baru dilantik, dan demi kemajuan desa Candisari, ungkapnya penuh harap.

Camat Sambeng M.Eko Tri Prasetyo, S.STP. menambahkan pihaknya sangat terharu melihat kepala desa Candisari H.Hartono menangis  usai pembacaan pengambilan sumpah dan jabatan.

“Ironisnya saat pembacaan disertai adzan ashar,  sejenak menunggu selesai dan baru dilakukan pembacaan, lantaran beliau menangis, dan itu tidak dibuat buat”, katanya.

Camat mengucapkan permohonan maaf selama ini aktifitas warga disibukkan pandemi,
semoga pandemi ini berakhir dan kembali kepada kehidupan seperti semula

Lalu dia menceritakan warga Sambeng  sempat viral disuntik vaksin saat disawah, namun dibalik ini semua,  sambeng mendapatkan apreasiasi dari Pak Bupati Yuhronur.

Baginya, vaksin baik untuk diri sendri dan orang lain,  selain  mendapatkan herd imunity,  juga tubuh menjadi sehat.

“Alhamdulillah warga desa Candisari sudah vaksin 80 persen, insya allah semua sehat semua, aamiin”,  pintanya

Kembali Eko bercerita, Candisari berusia 1000 tahun lebih, dimana beberapa waktu yang lalu oleh Bupati Yuhronur, dinobatkan desa yang punya nilai sejarah tertua di bumi Lamongan.

Bahkan dirinya juga terkesima, selama 5 bulan menjabat diwilayah Sambeng, dia sangat terbantu , karena kondisi masyarakat cara menyambut tamu dengan sangat ramah dan baik,

Lebih lanjut dia mencontohkan dengan mengajak warga desa candisari, mengali potensi yang ada.

Dimana Candisari saat ini,  ada bumi perkemahan yang harus dikembangkan,  khususnya masyarakat candisari bisa menumbuhkan UMKM dengan disekitar lokasi tersebut.

“Dengan begitu masyarakat luar,  bisa jajan dan membeli makanan atau minuman disekitar bumi perkemahan,  sehingga warga Candisari bisa sejahtera”, tutup Camat M.Eko Tri Prasetyo, S.STP.