February 26, 2024
Saling Ngeles Rusaknya Surabaya–Gresik–Sadang, Rakyat Butuh Jalan Baik

Saling Ngeles Rusaknya Surabaya–Gresik–Sadang, Rakyat Butuh Jalan Baik

Di beberapa titik ruas jalan, banyak mendapati kendaraan yang kelebihan muatan melintas dengan bebas. Ada banyak kendaraan muatan barang yang kelebihan muatan, banyak pelanggaran kok belum ditindak juga oleh pihak terkait

Gresik – Kewenangan dalam pengelolaan jalan, sering menempatkan pemda di posisi dilematis. Begitu pula dengan kerusakan di Jalan Raya Manyar yang kerap memakan korban dari warga sekitar, Pemkab Gresik juga tidak berdaya untuk mengambil langkah.

Penyebabnya, untuk melakukan perbaikan pada kerusakan jalan tersebut, pemkab terbentur kewenangan. Jalan Raya Manyar di Kecamatan Manyar itu merupakan jalan nasional sehingga pemkab tidak berwenang memperbaiki.

Kewenangan BBPJN
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Dhiannita Tri Astuti membenarkan bahwa, :Jalan Raya Manyar tersebut merupakan jalan nasional, sehingga pemkab tidak bisa memperbaiki”.

“Itu jalan nasional, kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN)”, kata Dhian, (Selasa,12/1/2021).


Segera memuluskan
Pada rapat tahun 2020, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pernah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Asisten II untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).

Bupati Sambari meminta, “agar segera memuluskan jalan nasional dan provinsi yang ada di Kabupaten Gresik”.

Akan berkoordinasi
Menanggapi hal itu, Kepala DPUTR Gresik, Gunawan mengaku akan mulai koordinasi pada tahun ini. Sebab, jalan itu akan dimuluskan.

“Insya allah pekan depan kami akan koordinasi dengan BBPJN”, ujarnya saat dikonfirmasi. (4/1)

Menurut Gunawan, selama ini pihaknya hanya melakukan tambal sulam saja untuk menutup lubang di jalan yang statusnya jalan nasional dan jalan provinsi.

Nantinya, saat koordinasi akan ada peningkatan di beberapa ruas jalan tersebut.

“Bukan jalannya kita tinggikan ya, tapi nanti jalannya dikeruk kemudian kita tingkatkan kualitas jalannya”, tutupnya.

Kerap Terjadi
Kerusakan di Jalan Raya Manyar memang kerap terjadi. Bahkan selama musim hujan sekarang, banyak lubang yang tertutup air dan mengecoh pengendara roda dua.

Kerusakan jalan tersebut berupa jalan berlubang yang lebar dan dalam. Lebar jalan rusak sekitar 10 centimeter sampai 50 centimeter dengan kedalaman sampai 10 centimeter.

“Beberapa kali ada pengendara motor yang jatuh. Untungnya kendaraan lain melaju pelan saat melewati jalan rusak”, kata Anam, warga yang melintas.

Padahal jalan tersebut merupakan jalan utama kendaraan-kendaraan besar menuju Pelabuhan Gresik, bus pariwisata dan pabrik Petrokimia Gresik.

“Jalan ini termasuk akses utama di Gresik”, imbuhnya.

Akses Ekonomi Terganggu
Akibat kerusakan jalan tersebut, akses ekonomi menjadi terganggu. Sebab laju kendaraan menjadi sering macet, sehingga bahan bakar terbuang sia -sia.

Warga sekitar juga menyayangkan pemerintah, sebab sekarang bisa membangun jalan tol tetapi memperbaiki jalan umum sangat sulit.

“Seharusnya jalan umum juga diprioritaskan, sehingga masyarakat kecil yang hanya mengendarai motor bisa lancar menjalankan usahanya”, imbuhnya

Akibat Dilewati Kendaraan Kelebihan Muatan
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya menanggapi rusaknya jalan nasional yang berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. BBPJN menduga, rusaknya jalan karena sering dilewati kendaraan kelebihan muatan.

Dari pantauan, kerusakan tersebut berada di titik Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kerusakan pun bervariasi mulai dari jalan bergelombang hingga retak. Rusaknya jalan itu membuat banyak pengendara khususnya roda dua was-was.

Ketika dihubungi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN ruas Surabaya–Gresik–Sadang, Merlan Effendi mengatakan, “rusaknya jalan ada di beberapa titik, bahkan ada jalan yang baru diperbaiki namun rusak”.

Masih menurut Merlan, “di beberapa titik ruas jalan, ia banyak mendapati kendaraan yang kelebihan muatan melintas dengan bebas”.

“Ada banyak kendaraan muatan barang yang saya lihat kelebihan muatan, banyak pelanggaran kok belum ditindak juga oleh pihak terkait. Hancur jalannya,” katanya.

Setelah observasi lapangan di Gresik beberapa waktu lalu, Merlan mengaku beberapa jalur yang rusak parah berada di KM 42 sampai dengan 46, KM 28 sampai dengan KM 34.

“Ya itu berada di titik Sidayu sampai Bungah paling parah,” tambah Merlan, jengkel. Dia berharap, para sopir truk agar mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kalau bisa mentaati peraturan saja, akan bagus jalannya itu. Kalau setiap hari dilewati kendaraan dengan tonase 40 Ton, ya rusak jalannya. Belum lagi kalau kendaraan sedang berhenti”, tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Nanang Setiawan menjelaskan pihaknya intens melakukan razia terhadap kendaraan barang yang menyalahi khususnya yang uji KIR kedaluarsa.

Ketika ditanya soal banyaknya kendaraan yang bermuatan overload namun masih bebas melintas, Nanang mengaku, untuk menilang bukan wewenangnya. “(Itu wewenang) Satlantas, Dishub tidak punya kewenangan soal itu”, ungkapnya. (Adi)